Pelajaran 1Pengeditan dan irama: pengeditan kontinuitas, montase, potong silang, lompatan potong, tempo dan kecepatanBagian ini membahas pengeditan sebagai pengorganisasian waktu dan ruang, mencakup pengeditan kontinuitas, montase, potong silang, lompatan potong, serta bagaimana tempo, kecepatan, dan durasi tembakan membentuk kejelasan naratif, ketegangan, dan keterlibatan penonton.
Pengeditan kontinuitas dan gaya tak terlihatTeori montase dan pengeditan asosiatifPotong silang, aksi paralel, keteganganLompatan potong, elipsis, dan celah temporalKecepatan, panjang tembakan, dan perhatian penontonPelajaran 2Struktur naratif dan temporalitas: linear vs non-linear, kilas balik, elipsis, cerita vs plotBagian ini mengeksplorasi struktur naratif dan temporalitas film, membedakan cerita dan plot, bentuk linear dan non-linear, serta alat seperti kilas balik, elipsis, dan voiceover yang mengubah urutan waktu dan membentuk pengetahuan audiens.
Cerita vs plot dan wacana naratifStruktur tiga babak klasik dan bentuk alternatifNarasi non-linear dan kilas balikElipsis, celah, dan inferensi penontonVoiceover, fokalisasi, dan keandalanPelajaran 3Musik dan scoring: leitmotif, musik diegetik, petunjuk emosional, spottingBagian ini mengeksplorasi musik film dan scoring, termasuk leitmotif, musik diegetik dan non-diegetik, strategi spotting, serta bagaimana harmoni, irama, dan instrumentasi memandu emosi, menyusun adegan, dan mengarahkan interpretasi audiens.
Leitmotif dan pengembangan tematikScoring diegetik, non-diegetik, dan sumberSesi spotting dan penempatan cueGaya musik, genre, dan ekspektasi audiensPelajaran 4Elemen mise-en-scène: desain set, kostum, properti, blocking penampilanBagian ini membahas mise-en-scène sebagai segala sesuatu yang ditempatkan di depan kamera, termasuk set, kostum, properti, dan blocking. Ini mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen ini membangun dunia, karakter, tema, dan nada di berbagai genre dan periode.
Desain set, arsitektur, dan worldbuildingKostum, rias, dan pengkodean karakterProperti, simbol, dan motif naratifBlocking, kedekatan, dan dinamika kekuasaanPelajaran 5Gerakan kamera dan lensa: dolly, tracking, handheld, POV, efek panjang fokal pada maknaBagian ini menganalisis gerakan kamera dan lensa, termasuk tembakan dolly, tracking, handheld, dan POV, serta panjang fokal dan kedalaman bidang, untuk menunjukkan bagaimana mereka membentuk perspektif, skala, dan identifikasi emosional.
Gerakan dolly, tracking, dan SteadicamGaya handheld, ketidakstabilan, dan realismeTembakan POV dan penyelarasan subjektifPanjang fokal, distorsi, dan skalaKedalaman bidang dan petunjuk fokus selektifPelajaran 6Dasar-dasar desain suara: diegetik vs non-diegetik, nada ruangan, suara ambientBagian ini menjelaskan konsep dasar desain suara, membedakan suara diegetik dan non-diegetik, menjelaskan nada ruangan dan ambience, serta memeriksa bagaimana perspektif suara, fidelitas, dan keheningan membentuk suasana hati, realisme, dan penekanan naratif.
Fungsi suara diegetik vs non-diegetikNada ruangan, ambience, dan kontinuitasPerspektif suara dan realisme spasialKeheningan, minimalisme, dan ruang negatifPelajaran 7Analisis penampilan: gaya akting, persona bintang, pilihan casting dan subteksBagian ini berfokus pada analisis penampilan, mempertimbangkan gaya akting, persona bintang, pilihan casting, dan subteks. Ini mengeksplorasi gerakan, suara, blocking, serta bagaimana penampilan berinteraksi dengan framing, pengeditan, dan konvensi genre.
Akting klasik, method, dan bergayaGerakan, ekspresi wajah, dan mikro-perilakuPersona bintang, typecasting, dan citraCasting, kimia, dan taruhan naratifPelajaran 8Teori pencahayaan dan warna dalam film: high/low key, palet warna, simbolisme, praktikalBagian ini menyelidiki pencahayaan dan warna dalam film, mencakup pengaturan high-key dan low-key, sumber termotivasi dan praktikal, palet warna, serta penggunaan simbolis hue, saturasi, dan kontras untuk membentuk suasana hati, kedalaman, dan tema.
Pencahayaan tiga titik dan gaya kunciHigh-key, low-key, dan rasio kontrasCahaya termotivasi, praktikal, dan realismePalet warna, harmoni, dan disonansiSimbolisme warna, genre, dan busur karakterPelajaran 9Komposisi tembakan dan framing: aturan sepertiga, rasio aspek, fokus dalam, staging dalam kedalamanBagian ini menganalisis komposisi tembakan dan framing, termasuk aturan sepertiga, rasio aspek, fokus dalam, dan staging dalam kedalaman. Ini menunjukkan bagaimana keseimbangan visual, skala, dan perspektif mengarahkan perhatian dan membangun hubungan karakter.
Aturan sepertiga dan keseimbangan visualRasio aspek dan bidang pandangFokus dalam, fokus dangkal, dan maknaStaging dalam kedalaman dan lapisan blockingFraming, ruang offscreen, dan sudut pandang